Yang di Kepala

Menuju Agustus

Untuk bisa sampai di bulan Agustus tahun ini, saya harus melewati banyak sekali rintangan. Saya harus bertahan menghadapi pikiran yang melulu menerka-nerka hal yang belum tentu benar. Kemarilah, biar kuceritakan perjalananku hingga sampai di bulan Agustus tahun ini. Kamu harus tahu, bahwa saya sangat membenci September. Karena ia telah menjauhkanmu dari saya. Semoga kamu tidak… Continue reading Menuju Agustus

Iklan
Yang di Kepala

Saya dan Teman-teman Lintas Agama

Saya terlahir dari sebuah keluarga besar yang dari dulu terkenal sangat religius. Kakek saya, kakek buyut saya, hingga ayah saya terkenal sebagai pemuka agama di lingkungan tempat tinggal saya. Maka sudah otomatis jika didikan agama di keluarga saya sangat keras, mengingat latar belakang dari kakek buyut saya. Tetapi, saya menolak jika disebut sebagai seseorang yang… Continue reading Saya dan Teman-teman Lintas Agama

Yang di Kepala

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Selamat hari raya Idul Fitri, teman-teman pembaca setia tulisan saya. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan saya: ucapan, tulisan, dan perbuatan yang tidak menyenangkan. Semoga Tuhan memasukkan kita dalam golongan orang-orang yang mendapatkan ampunan. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman pembaca dan pengunjung blog saya. Terima kasih sudah berkenan meluangkan waktunya… Continue reading Selamat Hari Raya Idul Fitri

Ramadhan

Ramadhan: #28

Dan ramadhan ini adalah puncaknya. Menuliskan catatan perjalanan cerita saya dan kamu membuat saya tersenyum sayang. Saya tidak mengira jika ternyata kedatanganmu hanya sementara, hanya untuk memberi saya sebuah pelajaran hidup. Jangan salah sangka, bahkan hingga sekarang saat saya menuliskan catatan ini, saya masih mengingat beberapa isi percakapan kita. Saya masih ingat pertama kali kamu… Continue reading Ramadhan: #28

Ramadhan

Ramadhan: #27

Tak terasa sudah dua bulan sejak kamu pergi. Sejak saat itu juga, saya menyibukkan diri dengan segala macam kegiatan. Mencoba menjauhkan diri dari ponsel dan semua lawakan atau lagu yang beraroma kamu. Saya harus kuat, saya tidak boleh cengeng, begitu bisikku. Padahal, kenyataannya, dengan menuliskan kenangan kita kembali saya sudah mengingkari ucapan saya untuk tidak… Continue reading Ramadhan: #27